Blogger & Penulis Artikel Yang Sudah Menua

Artikel Sederhana Lahir Dari Kopi Pahit Blogger Dewasa.

Malam itu kondisi sangat panas. Musim kemarau panjang yang entah sampai kapan akan berakhir. Komplik tempat ku tinggal masih terdengar sayup suara alunan musik pelan dari tetangga yang jauh. Sendok aku putar mengaduk kopi pahit yang menemani laptop kentang yang ku miliki. Malam, waktu yang tepat menyalakan layar laptop untuk beberapa artikel pesanan orang lain.

Mungkin mereka yang membaca akan berkerut keningnya. Apakah ini artikel formal atau non formal. Sama saja bagi ku. Aku memang penulis lepas dengan gaya bercerita. Selalu memasukan nilai pelajaran dalam setiap artikel yang ku tulis. Dan itulah kenapa artikelnya kadang sangat panjang. Jangan berhenti dan jangan di berhentikan sebelum acara selesai.

Sebagai penulis artikel dengan basic blogger. Aku memiliki pedoman 3 kaki dalam setiap artikel. User, Google, dan User. Seperti pemain bola dengan 1 playmaker dan 2 striker. Ah, ujung tombak permainan sepak bola yang paling aku sukai.

Menulis itu untuk kenyamanan pembaca. Jika orang yang membaca karya ku merasa nyaman, maka itu artinya aku sukses membuat artikel tersebut. Dan yang kedua adalah google. Aturan penayangan dari google selalu berubah. SEO yang selalu dianggap abstrak. Dan persaingan mesin pencarian berdasarkan kata kunci yang melelahkan untuk di kejar. Google sang raksana mesin pencarian umpama playmaker dengan posisi gelandang serang ini selalu menarik perhatian hampir semua penulis konten digital.

Google Yang Selalu Menyebalkan.

Google mengklaim aturan penayangan di mesin pencarian mereka terkait kenyamanan user pengguna mereka. Dengan dalih konten bermanfaat. Tapi kenapa ya? Aku meresa seperti kepentingan google hanya terkait bisnis mereka. Terkadang lain dengan apa yang di mau oleh pengguna.

Memaksakan untuk artikel yang ramah dengan SEO. Memasukan kata kunci hanya untuk target page 1 halaman pencarian. Berakibat hilangnya seni menulis dan kenikmatan membaca sebuah artikel. Saya penikmat menulis dan membaca. Karya tulisan mantan jurnalis senior Dahlan Iskan menjadi salah satu karya tulisan yang ku gemari. Tulisan jurnal dengan gaya bercerita itu menginspirasi ku. Aku ingin seperti beliau, memberikan karya tulisan artikel dengan gaya bercerita.

Google memang selalu menyebalkan, tidak ada yang tahu pasti bagaimana robot pengais konten mereka bekerja dan menentukan peringkat di mesin pencarian mereka. Tapi masa bodoh untuk itu. Aku menulis untuk user pembaca, dan bukan untuk google. Jika orang senang membaca karya ketik ku, maka itu sudah memuaskan ku.

Kopi Habis Maka Layar Laptop Pun Mati.

Penikmat kopi dan rokok kritik seperti ku bekerja dengan cara yang unik. Ada kopi seolah aliran darah menjalar ke otak dengan sangat lancar. Ia seperti pelumas mesin dan bahan bakar motor yang sangat baik. Selama ada kopi, aku bahkan bisa menulis semalaman suntuk. Namun, kopi habis maka berakhir juga aktivitas itu. Heh mayoritas semua artikel ku adalah kopi sebagai ibu kandung nya. Blogger tua seperti ku mungkin tidak membutuhkan fasilitas hebat saat menulis. Hanya butuh secangkir kopi dan rokok kritik yang menyala. Semalaman yang sunyi pun menjadi menyenangkan.

Hanya saja terkadang aku bertanya-tanya. Apakah ada orang di luar sana yang mau memperkerjakan ku. Blogger tua yang hanya pandai bercerita dengan secangkir kopi pahitnya. Bagaimana pun berkarya adalah sesuatu, namun beli kopi juga butuh duit dan kucuran dana.

To top