Harga Tulisan Mahal! Penulis Itu Seniman & Tulisan Itu Karya

Artikel Buat Halaman Website Yang Ideal.

Buat di nikmati oleh pembaca dan mengedukasi. Itulah artikel yang ingin kami buat. Sebagai seorang penulis konten, maka saya harus membaca dan menjadi pembaca yang baik. Namun bagaimana saya akan membaca jika beberapa artikel tersebut kurang menarik bagi saya.

Referensi setiap pembaca mungkin tidak sama. Ada yang suka bacaan serius dan menegangkan. Ada yang suka bercerita. Dan ada yang suka dengan sedikit guyunan penulisnya. Atau bahkan ada yang suka sisi emosional dari bacaan nya. Saya pernah membaca sebuah artikel online yang cukup sangat panjang, dan terus membacanya. Bukan karena isi informasinya, namun gaya penulisnya yang lucu semi formal. Seolah saya sedang mendengarkan dia bercerita. Imajinasi saya terbang membayangkan tentang apa yang dia tulis. Dan itu adalah artikel dengan tipe bacaan yang saya suka.

Ada juga artikel yang kaku. Bersih, aman, dan sangat datar. Itu artikel bacaan kawan! Serius. Itu bukan sebuah berita. Tulisan dengan baik dan benar, hampir tidak ada kata typo, atau salah penggunaan istilah. Dan sayangnya! Itu sangat membosan. Yang akhirnya saya menyadari jika artikel tersebut buatan robot Ai. Karya seniman pena tentu tidak seperti itu. Pernah membaca hasil jurnal Dahlan Iskan? Walau pun karya tulisan jurnalisme, namun mampu membuat pembaca membayangkan secara imajinasi tentang kejadian. Seolah kita benar-benar hadir menyaksikan kejadian. Dan karya seperti itu adalah seni, sebuah karya tulisan yang mahal tentunya.

Pernah anda membandingkan sebuah gambar yang di lukis oleh seorang seniman dengan gambar yang baru saja anda print melalui alat printer anda. Berapa beda selisih harganya? Lukisan sangat mahal, sementara gambar hasil printer? Bahkan jika anda mencetak 100 gambar berbeda, belum tentu harganya akan menyamai dengan hasil lukisan yang mungkin ada sedikit noda coretan di dalam nya. Begitulah perbedaan antara sebuah artikel hasil karya manusia, dibandingkan dengan hasil robot Ai.

Kekurangan Membuat Artikel Menggunakan Artificial Intellegence.

Salah satu kelebihan menggunakan Ai sebagai alat bantu kita dalam membuat artikel adalah kemudahan. Kita hanya mengetik perintah atau sejenisnya agar Ai membuatkan kita artikel. Sangat mudah, hemat waktu, dan mungkin hemat biaya. Namun sebenarnya juga menggunakan Ai memiliki kekurangan tersendiri. Salah satu kekurangan yang paling mencolok adalah penggunaan kata yang sangat formal dan kaku.

Ai sangat membantu untuk kita dalam menemukan sebuah informasi tertentu dengan cepat, dan mungkin cukup akurat. Walau tidak semua akurat, karena fakta bahwa Ai juga memberikan kita informasi berdasarkan sumber yang dia kita temukan di Internet. Jika keterangan dari sumber informasinya salah, maka kemungkinan besar informasi yang di hasilkan oleh juga ikut salah. Sumber data yang dia dapatkan juga terbatas.

Beberapa kekurangan artikel yang dihasilkan oleh Ai antaranya:

  1. Bahasa yang digunakan sangat kaku.
  2. Informasi terbatas dari masa lalu, sehingga kurang update.
  3. Hilangnya khasanah seni menulis. Ai mungkin adalah kepintaran buatan yang bisa memberikan kita informasi bermanfaat, namun dia tetaplah robot buatan yang tidak memiliki sisi kebijaksanaan dan seni estetika menulis sehingga kurang nyaman untuk penikmat bacaan.

Dari tiga alasan itu saja saya akan berfikir ulang jika harus mengandalkan robot Ai dalam membuat karya tulisan. Saya sering melakukan uji coba dengan chat GPT. Meminta untuk di buatkan artikel, dan hasilnya minus. Bahasa yang kaku dan sama sekali tidak ada kesan lebih selain kecepatan dan sedikit akurasi informasi yang diberikan.

Karya Seni Menulis.

Jika anda membandingkan antara video yang menghadirkan visual, dan tulisan. Maka sebenarnya karya tulis akan lebih membawa anda pada tingkat imajinasi yang berbeda. Dan alasan itulah terkadang banyak orang kecewa saat sebuah karya novel di angkat menjadi layar lebar dalam sebuah film. Saat sebuah novel mampu menghadirkan imajinasi yang sangat tinggi kepada pembacanya, namun gambar visual dalam bentuk film tidak semenarik novelnya, maka orang akan kecewa.

Artikel, puisi, berita, dan esai adalah hasil karya dari seniman kata. Berita yang menarik tentu dihasilkan oleh jurnalis yang berkualitas. Dan artikel yang baik juga di tulis oleh penulis yang andal. Sayangnya orang banyak melupakan itu. Hilangnya seni dalam setiap tulisan, buku, artikel online bisa jadi salah satu alasan berkurangnya minat orang untuk membaca.

Untuk jaman modern seperti sekarang, apalagi jaman nya Ai. Buku menarik seperti buku-buku jaman dahulu malah sangat berkurang. Kita akan kesulitan mengatakan siapa sosok penulis hebat di jaman sekarang. Jika pun ada mungkin bisa di hitung dengan karya terbatasnya.

To top