Orang Tidak Memikirkanmu Seperti Kamu Memikirkan Dirimu

Hari ini saya kembali berkelana membaca banyak sekali tulisan-tulisan orang lain. Dari banyak platform yang menyediakan fasilitas untuk menulis. Salah satunya medium.com. Sudah sangat lama tidak mengunjungi situs tersebut. Apa yang coba saya lakukan disana. Ya membaca!. Membaca tulisan orang lain. Khususnya tulisan-tulisan orang luar.

Bukan kah orang-orang kita juga banyak menulis? Kenapa harus membaca karya orang luar sana?. Saya juga membaca karya-karya dari orang kita, khususnya tulisan blogger. Mereka yang memang fokus menulis berdasarkan pemikiran mereka. Saya menyukai karya-karya seperti itu. Bukan tulisan yang hanya formalitas, menerbitkan tulisan Ai sebenarnya.

Ada banyak alasan kenapa saya membaca tulisan orang lain. Ingin melihat dunia dari sudut pandang berbeda. Ingin menemukan inspirasi dari orang lain. Dan alasan-alasan lain yang mungkin saya sendiri kurang paham apa itu.

Dunia Tidak Melihatmu Seperti Pikiranmu

Salah satu tulisan yang menarik perhatian saya, tentang sebenarnya orang lain tidak memikirkan/memperhatikan kita seperti apa yang kita pikirkan. Orang lain saat ini mungkin sibuk dengan nasib mereka sendiri. Mereka tidak akan sempat memikirkan bagaimana baju kita, bagaimana kita berjalan, apakah kita tertawa atau menangis. Tidak ada waktu bagi mereka berpikir tentang kita. Sama seperti kita tidak punya waktu berpikir tentang orang lain. Kepala kita pusing karena hutang kita sendiri, bukan karena hutang lain yang entah kepada siapa dia berhutang.

Jangan Biarkan Orang Lain Menentukan Nasib Mu

Saya ingin berbagi tentang sesuatu yang sangat relevan bagi kita semua. “Jangan biarkan orang lain menghambat kesuksesan kita”. Kalimat yang sangat sederhana. Namun jelas ini sangat relevan dengan kehidupan kita saat ini. Terkadang secara tidak sadar banyak dari kita meletakkan kehidupan kita pada orang lain. Kita terlalu jauh berpikir. Apakah jika kita melakukan ini dan itu, orang akan membenci kita?. Apakah orang menyukai nya jika kita melakukan itu?. Dan banyak pikiran liar lainnya. Terlalu jauh!. Yang padahal bahkan orang lain tidak perduli sama sekali dengan kita. Mereka juga tidak perduli apakah kita makan atau tidak.

Ketakutan kita tentang pikiran orang lain sebenarnya adalah ketakutan yang di buat oleh pikiran kita sendiri. Kita terjebak dengan hasil pemikiran liar tanpa dasar. Yang pada akhirnya membuat kita terlalu takut mengambil keputusan untuk diri kita sendiri. Inilah yang saya maksud kesuksesan kita terhalang oleh orang lain. Dan lucunya bukan karena orang lain ingin menghalanginya. Tapi pikiran kita terlalu jauh dan liar hingga memikirkan apa yang sebenarnya tidak akan pernah terjadi.

Permasalahan Psikologis Kita

Permasalahan seperti ini hanya kita yang bisa mengatasinya. Kenyataan bahwa orang lain sibuk dengan kehidupan mereka sendiri. Kita saja yang bermasalah. Saat ketemu orang lain “Kenapa dia melihat ku dengan pandangan risih ya?” padahal orang melihat kita bahkan mungkin tanpa sengaja. Dia memikirkan pekerjaan nya yang menumpuk, dan kebetulan kita lewat di depan nya. Tidak ada pemikiran apapun tentang kita.

Lalu apa salahnya? Kenapa kita jauh berpikir, seolah orang lain sedang memikirkan kita. Saya tidak tahu penyakit apa itu?. Apapun itu, itu adalah masalah psikologis kita. Kita harus percaya diri, tapi bukan menganggap seluruh dunia sedang memperhatikan kita. Dunia kita sebenarnya sangat kecil, saling tindih dengan dunia orang lain. Itulah kenapa kita berjumpa mereka. Dan itulah kenapa kadang mereka menatap kita, bukan karena kita siapa tapi dunia kita mungkin kebetulan melintasi dunia mereka.

Yang harus kita lakukan sebenarnya hanya menempatkan sesuatu pada tempatnya. Hingga berlalu dengan waktu. Dia yang memperhatikan kita awalnya, suatu masa akan pergi. Dia yang bahkan tidak pernah berjumpa, ada masanya harus melihat kita. Begitu juga dengan kita. Kita memperhatikan sekeliling kita karena kebetulan kita berada disana. Setelah waktu membawa kita pada tempat lain, perhatian kita juga akan teralihkan.

To top