Penulis Artikel Tanpa Ai, Masih Lebih Baik Akhirnya

Penulisan Artikel Online

Aku blogger dan penulis konten untuk website dan blog. Ada banyak cerita yang ingin aku share kepada teman-teman. Tentang teknologi kekinian. Tentang kehidupan sosial dan edukasi juga. Dan banyak lagi cerita lainnya. Cerita ku mungkin sedikit lain, ada aroma sengsara, bahagia, drama dan kekonyolan. Perjalanan panjang kehidupan ku, keluarga kecil bersama anak-anak. Atau tentang istri ku, mungkin!.

Apa kalian mau membacanya?. Cerita ini mungkin pendek. Hanya nukilan dari cerita panjang, yang mungkin akan sedikit menjemukan. Aku juga tidak tahu kemana harus bercerita. Bukan kah setiap orang memerlukan kawan berceritanya. Dengan kalian sahabat-sahabat di internet, rasanya menyenangkan jika aku dapat bercerita dengan kalian. Walau hanya cerita sepotong.

Hari ini tentang pekerjaan online ku. Tukang cerita. Penulis lepas untuk halaman blog dan website. Menjadi pekerja di dunia online tidak mudah. Ada banyak sekali saingan nya. Harus beradu kualitas dengan ratusan orang yang memiliki kemahir sama dengan kita. Atau bahkan mungkin ribuan orang. Dengan profesi sebagai penulis online, orang lain bahkan mungkin punya latar belakang yang lebih baik. Ada yang aktivis, dosen, dan tenaga pengajar.

Apakah aku kurang percaya diri?. Rasa minder tentu saja sedikit ada. Aku bahkan sering mempertanyakan siapa aku? Apa latar belakang ku? Bagaimana pendidikan ku? Basic kepenulisan ku seperti apa?. Tapi mau bagaimana lagi? Ini adalah pekerjaan ku. Seorang penulis konten. Seorang blogger. Tidak lebih dan tidak kurang.

Teknologi Ai Bisa Menulis Artikel Lebih Baik?

Teknlogi komputer semakin canggih. Kepintaran buatan atau yang lebih keren di sebut Ai ( Artificial Intellegence ). Ini adalah salah satu bukti betapa canggihnya dunia sekarang ini. Aku bisa meminta Ai membuatkan artikel tertentu hanya dengan mengetik beberapa kalimat sederhana. Menakjubkan bukan?

Bikin artikel sebuah informasi bisa dibuat dengan sangat mudah oleh siapa saja. Bahkan teman-teman sebenarnya tidak butuh artikel-artikel blog. Tinggal buka produk Ai seperti chat GPT. Teman-teman bisa menemukan banyak sekali informasi apapun dengan bertanya kepada robot Ai. Teknologi Ai bisa dikatakan lebih baik dalam menulis artikel-artikel online. Mudah dan sangat praktis. Tidak serta merta buka halaman-halaman situs yang di penuhi banyak sekali banner iklan. Buang data, buang paket dan pulsa. Itulah yang aku pikirkan. Aku pernah bertanya, apakah blog masih relevan?.

Halaman Blog Original Punya Warna

Artikel buatan manusia pada dasarnya berbeda dengan artikel buatan robot Ai. Apakah artikel pada sebuah majalah, atau artikel pada majalah online “blog dan website”. Dalam artian bahwa majalah tersebut masih original buatan manusia.

Tulisan manusia punya warna. Ada emosi di dalam nya. Sudut pandang seseorang tidak bisa digantikan oleh robot Ai belaka. Setiap karya mungkin sangat berbeda antara satu sama lain. Pernah membaca buku novel karyanya Charkes Dicken? Atau pernahkah membaca karya jurnal yang di tulis oleh jurnalis senior bapak Dahlan Iskan? Karya-karya mereka seni. Ada rasa saat kita membaca tulisan mereka.

Hah! Sudah mulai habis ide kalimat ku untuk bercerita. Semakin tua semakin lamban otak bekerja, mungkin kah begitu kawan? Dan itu adalah keterbatasan manusia. Dibandingkan Ai yang akan menulis dan menulis sampai kapan saja. Ide tulisan akan selalu ada selama kalian memasukan kata kunci yang diperlukan.

Manusia Masih Lebih Baik Pada Akhirnya

Dengan kemajuan teknologi komputer kayak yang aku bahas di atas. Apakah pada akhirnya robot dan teknologi akan mampu mendominasi manusia? Mampu mengganti peran manusia selanjutnya?’

Tidak juga! Bandingkan video persentasi yang disampaikan manusia dengan video persentasi dari robot Ai. Taruhlah video yang paling mudah seperti acara podcast om Deddy Corbuzier yang dipenuhi galak tawa dan kadang serius. Kita yang menonton akan terbawa rasa di dalam nya. Beda banget dengan kalau pengisi suaranya robot Ai yang memiliki nada datar.

Begitu juga sebuah tulisan. Ada turun naiknya. Ada rasanya. Dan itu tidak akan di dapat jika sebuah artikel di buat oleh chatGPT dari Ai.

To top