Tanda Manusia Telah Selesai Dengan Dirinya Sendiri

Ketenangan Yang Haqiqi.

Pernah kah anda bertemu dengan orang yang sangat tenang dalam kehidupan nya. Dia tetap tenang saat menerima musibah. Terhimpit dalam kehidupan tidak membuatnya kehilangan ketenangan nya. Selalu sabar bahkan pada tingkat terberat menurut orang lain. Ketenangan bahkan terlihat pada rawut wajahnya. Seolah musibah adalah sesuatu yang memang diharapkan nya.

Orang itu juga tenang saat menerima anugerah yang menyenangkan. Nikmat yang dia dapatkan tidak membuatnya gembira secara berlebihan. Ketenangan yang tidak membuat dirinya kehilangan jati diri. Dia hidup seperti apa seharusnya dia hidup.

Jika dia mendapatkan kegagalan dalam usahanya, biasa saja! Cukup mengulang melakukan yang lebih baik lagi. Bismillah! Dia hanya akan melakukan dan melakukan nya lagi bahkan jika terpaksa merasakan kegagalan lagi. Tidak membuatnya bertindak di luar kendalinya. Dan jika berhasil, tidak jumawa dan terlalu berbangga diri. Alhamdulillah! Dia hanya akan mensyukuri apa yang pencipta berikan kepada nya.

Pernah kah anda bertemu orang yang seperti itu? Ketenangan nya seolah kehidupan mengalir seperti air sungai. Saat berjalan tidak terlihat buru-buru atau terlihat lambat dan tidak bersemangat. Ketengan yang benar-benar terlihat dari wajah, gerak, dan tutur kata saat dia berbicara. Orang itu adalah orang yang selesai dengan kehidupan dirinya sendiri. Dia benar-benar selesai dengan pencarian jati diri. Orang yang telah selesai dengan dirinya sendiri.

Penakluk Ego & Ambisi.

Ketenangan tidaklah di dapat dengan mudah. Orang yang tenang adalah orang yang mampu menaklukan ego dan ambisinya sendiri. Dia mampu mengontrol dengan benar itu semua. Bukan tanpa ambisi, tapi tahu dengan baik bagaimana mengelolanya dan merdeka dari rasa aku dan ambisi yang tidak menentu.

Kesehatan mental dan spritual menjadi landasan berpijaknya. Dia sadar akan keberadaan sang pencipta yang sudah mengatur segalanya. Kehidupan yang dijalani tanpa beban, karena memang dia tidak akan menjadi semua itu beban kehidupan nya. Kesuksesan dan kegagalan adalah hal wajar. Bismillah saat melakukan dan Alhamdulillah setelah selesai melakukannya. Tubuh nya bergerak, pikiran nya juga ikut bergerak, namun jiwa diam dengan tenang di sisi sang penciptanya. Ah! Mungkin itu dia nafsul mutmainnah, jiwa yang tenang. Mereka yang selesai dengan dirinya, menjadi penakluk rasa keakuan dan keinginan hawa nafsu atau ambisi.

Menjadi Hati Yang Kasih Sayang.

Dia melihat dunia dengan kasih saya. Bukan dengan cinta buta yang menghalalkan segala cara. Empati dan simpati akan menjadi karakter terdalamnya. Tidak dibicarakan dengan lisan dan laku, tapi tatapan kasih sayang kepada sesama jelas padanya. Tidak risih dengan status sosial rendah orang lain. Karena baginya semua sama.

Jiwa kasih sayang adalah anugerah yang tak ternilai harganya. Ia adalah sumber kekuatan yang dapat menggerakkan kita untuk berbuat baik kepada sesama, alam, tumbuhan, hingga binatang. Orang yang memiliki jiwa kasih sayang akan selalu berusaha untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik. Ia akan selalu menolong orang yang membutuhkan, melindungi alam dari kerusakan, merawat tumbuhan dengan penuh cinta, dan memperlakukan binatang dengan penuh kasih sayang.

Jiwa kasih sayang adalah inspirasi bagi kita semua. Ia mengajarkan kita untuk selalu bersikap rendah hati, peduli, dan penuh empati. Ia juga mengajarkan kita untuk menjaga kelestarian alam dan makhluk hidup lainnya.

  1. “Jiwa kasih sayang adalah cahaya yang menerangi dunia yang gelap.”
  2. “Kasih sayang adalah kekuatan yang dapat mengubah dunia menjadi tempat yang lebih baik.”
  3. “Orang yang memiliki jiwa kasih sayang adalah anugerah bagi dunia.”
  4. “Kasih sayang adalah jembatan yang menghubungkan kita dengan sesama, alam, tumbuhan, dan binatang.”
  5. “Kasih sayang adalah kekuatan yang dapat mengubah dunia menjadi tempat yang lebih adil, damai, dan penuh harmoni.”

Marilah kita semua berusaha untuk mengembangkan jiwa kasih sayang dalam diri kita. Dengan demikian, kita dapat membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik untuk ditinggali.

To top