Peluang Usaha: UMKM

UMKM Pertahanan Ekonomi Keluarga Indonesia

Halo sobat semuanya. Saat kita melakukan perjalanan dari rumah ke tempat kerja, sekolah, atau tempat aktivitas kita. Pernah kalian menghitung berapa jumlah usaha kecil menengah yang kita temukan. Banyak? Yah! Karena ternyata UMKM adalah salah satu penyangga ekonomi bangsa kita teman-teman. Aku juga menemukan banyak sekali usaha kecil-kecil tersebut. Hampir sepanjang jalan. Ada saja usaha kecil yang di buat oleh warga sekitar. Bahkan terkadang usaha tersebut termasuk usaha yang sulit aku cerna. Bagaimana bisa ya mereka dapat ide usaha seperti itu.

Pada kesempatan ini aku ingin menulis topik khusus secara bertahap tentang usaha micro kecil yang ada di sekitar kita. Topik usaha kecil akan menjadi salah satu fokus topik yang akan aku tulis secara berlanjutan. Sebagai orang yang sangat suka melakukan perjalanan. Aku banyak melihat dan menemukan ide-ide kreatif dari pelaku usaha kecil. Walau sebutannya cuman usaha micro kecil. Tapi jangan salah, itu tidak sekecil yang kita bayangkan. Dari usaha-usaha kecil itulah banyak melahirkan generasi hebat, sarjana-sarjana pintar, hingga para prajurit yang kuat. Jadi jangan sepelekan yang namanya usaha micro kecil menengah.

UMKM kita memiliki sejarah panjang. Bahkan sebelum adanya mata uang. Saat jamannya barter. Usaha Micro Kecil Menengah masih bertahan hingga sekarang. Bahkan menurut data kementerian koperasi dan usaha kecil menengah. UMKM mencakup 99% dari total usaha yang ada di Indonesia. UMKM juga terbukti mampu menyerap 97% tenaga kerja kita. Momen paling penting dalam sejarah bangsa kita sejak berdiri tahun 1945. Itu terjadi saat dunia dan Indonesia mengalami krisis tahun 97. Usaha ini mampu menjadi penopang ekonomi bangsa. Padahal saat itu banyak usaha dan perusahaan terpuruk hingga bangkrut. Hebat dan membanggakan bukan?. Karena itulah aku ingin membahas dan menjadikan nya topik menarik pada laman ini. Mungkin akan menjadi topik utama kita.

Mengenal Lebih Dekat UMKM: Kriteria dan Contoh Usaha di Indonesia

Mungkin teman-teman masih belum jelas apa itu UMKM. Bagaimana jika kita awali dengan pengenalan tentang yang namanya Usaha Micro, Kecil, dan Menengah. Bagaimana kriteria sebuah usaha bisa dikatakan dengan sebutan tersebut. Secara umum adalah sebuah usaha produktif yang dijalankan oleh individu atau badan usaha dalam sekala kecil. Bisa dimaknai sebuah usaha yang dijalankan oleh kalangan menengah kecil ke bawah.

Kriteria usaha bisa dikatakan micro, kecil, dan menengah.

  • Micro: Sebuah usaha dengan modal dan kekayaan kurang dari 50 Juta. Dan hasil penjualan di bawah 300 juta pertahun.
  • Kecil: Sebuah usaha dengan modal dan kekayaan sekitar 50 juta – 500 juta. Dengan hasil penjualan sekitar 300 juta hingga 2,5 milyar pertahun.
  • Menengah: Sebuah usaha dengan modal dan kekayaan sekitar 500 juta – 10 milyar. Dengan hasil penjualan sekitar 2,5 milyar sampai 50 milyar pertahun.

Jika teman-teman punya usaha. Apakah usahanya termasuk micro, kecil, atau sudah kelas menengah?

Ada banyak contoh usaha di sekitar kita yang mungkin dijalankan oleh warga. Dari usaha jualan, memproduksi sebuah barang, hingga produksi jasa. Usaha micro termasuk yang paling banyak aku temukan dalam perjalanan sehari-hari. Banyak warga yang buka usaha dengan modal seminim mungkin. Misalkan jualan es campur atau sejenisnya. Dengan modal 1 juta hingga 5 juta sudah bisa jualan es. Penghasilan lumayan antara 100 ribu rupiah hingga 300 ribuan. Jika di total secara bulanan penghasilan jualan antara 3 juta sampai 10 juga. Artinya dalam 1 tahun antara 30 juta sampai 100 jutaan. Ini berarti termasuk usaha micro.

Digitalisasi UMKM: Langkah Maju Menuju Dunia

Ada banyak hal menarik yang aku lihat terkait UMKM ini. Dari fakta kenapa semakin merebaknya usaha-usaha kecil. Sampai perkembangan isu-isu tentang usaha rakyat kecil ke bawah tersebut. Misalkan saat beberapa waktu lalu sebelum tulisan ini aku buat. Pelaku usaha kecil dihebohkan dengan penomena terkait tiktok shop yang di tutup oleh pihak pemerintah. Ada yang mendukung. Ada juga yang menyayangkan. Yang menyayangkan tentunya mereka yang di untungkan. Sementara yang mendukung adalah kalangan yang merasa dirugikan.

Era digitalisasi memang membuat gebrakan yang sulit di bayangkan oleh kita yang hidup jaman dulu. Siapa sangka pasar tanah abang yang dahulunya terkenal pasar grosir terbesar di asia tenggara belakangan mengalami kemunduran. Semakin sepinya orang berbelanja. Kalah saing dari marketplace. Orang tidak perlu lagi datang ke pasar buat membeli sebuah barang. Tinggal buka aplikasi pesanan siap di antar. Pesan kurir pengantaran juga cukup buka aplikasi.

Inilah era digital. Menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha kecil. Mungkin bagi pelaku dengan modal besar tidak masalah. Justru sangat mungkin akan menguntungkan pihak mereka. Beda ceritanya bagi pelaku usaha kecil. Sekarang sesuai sub judul. Bagaimana caranya agar usaha-usaha kecil dan micro kita bisa mendapatkan keuntungan dari jaman yang serba digital ini. Menarik bukan sebenarnya pembahasan kita. Tapi ini akan membutuhkan pembahasan panjang. Tidak cukup hanya dengan hanya satu dua tulisan. Aku juga membutuhkan waktu untuk melakukan riset dan pengamatan.

Pelaku Usaha Kecil Harus Membuka Ruang Berpikir

Hal sederhana yang harus dilakukan adalah membuka ruang pemikiran kita. Jangan terhenti oleh hal-hal negatif. Kemudian membabi buta menolak digitalisasi usaha-usaha kecil. Hanya karena anda tidak siap bersaing. Tidak selamanya harus seperti itu. Kemajuan teknologi adalah keniscayaan. Cepat atau lambat akan mengalami dampaknya. Maka coba lakukan memanfaatkan nya. Melakukan digitalisasi UMKM bisa dilakukan. Asal ada aturan yang mendukung pelaku usaha ini. Yang dibutuhkan hanyalah soal keberpihakan para pemangku kepentingan.

Tidak Perlu Menganggap Ini dan Itu Menjadi Sulit

Jika kamu pelaku usaha kecil. Apa alasan anda mengakses laman ini. Mencari informasi? Dari mana anda tahu bahwa aku menulis tentang topik ini? Dari google. Yah! Anda sudah punya alat untuk itu. Halaman-halaman website tidak mahal untuk di buat. Platform marketplace tidak hanya satu. Dan internet cuku demokratis untuk bersaing. Kenapa menjadi sulit. Anda bahkan mungkin menemukan situs ini tanpa sengaja. Alasan apa bahwa orang lain juga mungkin tidak sengaja menemukan produk anda.

Dengan meluncurkan digitalisasi produk UMKM kita. Kita sedang membuka Etalasi kepada dunia. Jutaan milyar pengguna internet sangat mungkin mengetahui produk kita. Kita tidak lagi menawarkan produk-produk kita kepada pejalan kaki yang kebetulan melihat produk kita. Kita menawarkan produk kita pada mereka yang membutuhkan. Dari Sabang sampai Merauke. Dari Afrika sampai Alaska jika memungkin.

To top